Tugas Resume Jurnal

Pada kesempatan ini saya ditugaskan meresume 10 jurnal. 10 jurnal ini berkaitan dengan bidang kajian kriptografi dan steganografi.

Resume 10 jurnal

  • Kriptografi Kunci Simetris Dengan Menggunakan Algoritma Crypton
  • Oleh Dafid, STMIK MDP Palembang

    Sumber http://eprints.mdp.ac.id/545/

     

    Resume

    Di era informasi sekarang ini, data atau informasi bersifat penting dan rahasia telah menjadi aset yang sangat berharga. Data atau informasi yang berharga tersebut tentunya akan menimbulkan resiko bilamana diakses oleh pihakpihak yang tidak berhak. Maka dari itu diperlukan lah system keamanan data dan informasi. Kriptografi dapat digunakan sebagai suatu teknik untuk sistem keamanan pada sistem komunikasi data computer.

    Pada jurnal ini penulis akan membahas tentang penggunaan algoritma crypton. Algoritma Crypton yang termasuk dalam algoritma Simetrik merupakan algoritma enkripsi blok data dengan ukuran blok data yang dienkripsi pada mode EBC dan CBC adalah 128 bit sementara panjang kunci bervariasi dari 64 bit hingga 256 bit. Pada penelitian ini algoritma Crypton dianalisa kinerjanya dengan simulasi pada Personal Computer(PC) menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual C++ 6.0.

    Hasil Pengujian menunjukkan bahwa Algoritma Crypton memiliki Avalanche Effect yang baik, penambahan ukuran file hasil yang besarnya tidak selalu sama antara file yang satu dengan yang lainnya, tidak memiliki kunci lemah serta waktu untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi adalah sama baik dalam mode EBC maupun CBC.

     

  • Enkripsi dan Dekripsi dengan Algoritma AES 256 untuk Semua Jenis File
  • Oleh Voni Yuniati, Gani Indriyantama, Antonius Rachmat C,

    Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

    Sumber http://ti.ukdw.ac.id/ojs/index.php/informatika/article/view/69

     

    Resume

    Keamanan data dan informasi sangatlah penting di era informasi yang sangat canggih seperti saat ini. Dengan ada nya kriptografi, keamanan data dan informasi dapat terjaga dan dirahasiakan. Kriptografi mendukung kebutuhan dua aspek keamanan informasi, yaitu perlindungan terhadap kerahasiaan data informasi dan perlindungan terhadap pemalsuan dan pengubahan informasi yang tidak diinginkan. Salah satu nya dengan algoritma Advance Enkription Standard (AES). Algoritma AES ini merupakan algoritma kriptografi yang dapat mengenkripsi dan mendekripsi data dengan panjang kunci yang bervariasi, yaitu 128 bit, 192 bit,dan 256 bit.

    Pada jurnal ini penulis meneliti apakah algoritma AES dapat digunakan untuk semua jenis file atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma AES dengan panjang kunci 256 bit dapat menyandikan isi suatu file sehingga dapat mengamankan file tersebut. Ukuran file enkripsi akan bertambah 11 bytes dari file asli karena adanya proses penambahan header yang berisi informasi ekstensi file. Isi file yang telah dienkripsi merupakan isi file dari file sumber, sehingga apabila akan dilakukan proses dekripsi, maka akan kembali seperti file sumber semula. Waktu yang diperlukan untuk proses enkripsi pada penelitian ini tidak sama dengan waktu proses dekripsi yang dikarenakan adanya pemakaian resource komputer. Dalam penelitian ini, saat terjadi proses save pada file .aes dengan maupun tanpa mengganti informasi ekstensi file sumber maka pada saat dilakukan proses dekripsi, terdapat isi file yang tidak kembali seperti file sumber. Hal ini disebabkan file .aes tidak lagi berbasis file hasil proses enkripsi melainkan akan menjadi file .aes berupa file teks sehingga akan terjadi perubahan header file dalam file .aes.

  • Penerapan Algoritma Kriptografi Asimetris RSA untuk Keamanan Data di Oracle
  • Oleh Iva Wibowo, Budi Susanto, Junius Karel T

    Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana

    Sumber http://ti.ukdw.ac.id/ojs/index.php/informatika/article/view/68

     

    Resume

    Kriptografi modern sangat terkenal dengan cirri khas nya yaitu key asimtris. Berbeda dengan key simetris, key asimetris ini memiliki kunci yang berbeda untuk me-enkripsi dan mendekripsi. Yang kita kenal sebagai public key dan private key.

    Pada jurnal ini penulis meneliti salah satu algoritma kriptografi yaitu RSA. RSA merupakan algoritma kriptografi asimetris yang paling sering digunakan pada saat ini. Panjang kunci dalam bit dapat diatur, dengan semakin panjang bit maka semakin sukar untuk dipecahkan karena sulitnya memfaktorkan dua bilangan yang sangat besar tersebut, tetapi juga semakin lama pada proses dekripsinya. Melalui penelitian ini diharapkan RSA dapat diimplementasikan pada enkripsi dan dekripsi kolom tabel di Oracle sebagai salah satu basis data server terbaik pada saat penulisan ini dibuat.

    Hasil peneletian menunjukan bahwa algoritma kriptografi asimetris RSA dapat diterapkan pada basis data Oracle untuk menjaga keamanan data. Algoritma kriptografi asimetris RSA (Rivest, Shamir, Adleman) dapat diterapkan pada tipe data scalar varchar2.Fungsi pangkat number pada Oracle PL/SQL tidak dapat menangani pemangkatan terhadap bilangan yang sangat besar, sehingga digunakan kelas java untuk melakukan proses perhitungan.

     

  • Implementasi Kriptografi Klasik Menggunakan Borland Delphi
  • Oleh Muhammad Fairuzabadi

    Teknik Informatika, Universitas PGRI Yogyakarta

    Sumber http://upy.ac.id/dinamika-informatika/wp-content/uploads/2013/01/Fairuz-Jurnal-Implemntasi-Kriptografi-Klasik-Menggunakan-Borland-Delphi.pdf

     

    Resume

    Kriptografi klasik dilakukan dengan algoritma berbasis karakter. Algoritma ini termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan digunakan jauh sebelum ditemukan sistem kriptograpi asimetri. Bahasan dibatasi pada empat algoritma kriptografi klasik yaitu: shift chiper, monoalphabetic chiper, polyalphaberit chper dan column transpotion chiper yang diimplementasikan menggunakan Borland Delphi.

    Pada jurnal ini penulis meneliti kriptografi klasik diimplementasikan menggunakan Borland Delphi dengan adanya beberapa fitur pendukung, seperti: Prosedur dan fungsi string bawaan yang relatif lengkap, tipe string yang setiap karakternya dapat diakses berdasarkan indeks sehingga terkesan sebagai array of char, dan adanya operator dan fungsi aritmetik yang membantu dalam komputasional proses enkripsidan dekripsi.

     

  • Steganografi Low-Bit Encoding Menggunakan Carrier File Audio Dan Metode Enkripsi Camellia Untuk Menjamin Keamanan Data
  • Oleh Gregorius S. Budhi, Resmana Liem, Hardi Wijaya

    Universitas Kristen Petra Jurusan Teknik Informatika

    Sumber http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/02-030/Full%20Paper%20WM-Stegano%20(TE-14).doc

     

    Resume

    Pada jurnal ini peneliti mencoba menggunakan teknik penyembunyian data (steganography) Low-Bit Encoding dikombinasi dengan metode enkripsi data Camellia untuk mengacak data guna menjamin keamanan data pada saat pertukaran informasi maupun saat penyimpanan data. File audio bertipe WAVE dipakai sebagai carrier dalam menyembunyikan data. Peneliti menguji dengan cara mengacak lalu menyembunyikan berbagai macam tipe data ke dalam file audio, dan mengembalikan data yang disembunyikan dan diacak tersebut ke bentuk semula.

    Hasil pengujian berhasil melakukan menunjukkan bahwa proses dapat dilakukan tanpa terjadi kesalahan. Dari hasil analisa terhadap file audio yang telah disisipi data yang disembunyikan, noise terjadi pada jenis audio WAVE 8 bit sedangkan pada jenis audio WAVE 16 bit tidak menimbulkan noise. Waktu yang dibutuhkan untuk proses cukup cepat sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi hasil penelitian ini dapat dipakai pada dunia nyata.

     

  • Implementasi Algoritma Kriptografi DES dan Watermark dengan Metode LSB pada Data Citra
  • Oleh Sulidar Fitri

    Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM Yogyakarta

    Sumber http://repository.amikom.ac.id/files/Publikasi_06.11.1009.pdf

     

    Resume

    Pada jurnal ini peneliti menginplementasi teknik kriptografi DES (Data Encryption Standard) dan watermarking metode LSB (Least Significant Bit) pada citra RGB. Kemudian menguji kualitas dan perbedaan citra sebelum dan sesudah disisipkan teks. Dan terakhir menguji performa tekni kriptografi DES dan watermark dengan metode LSB.

    Hasil pengujian berhasil melakukan pengenkripsia dan member watermark.  Kualitas citra sebelum dan sesudah disisipi pesan tidak bias dibedakan dengan penglihatan manusia. Walaupun tidak bisa dilihat secara visual, perbedaan citra bisa dilihat dengan histogram.

     

  • Implementasi Kriptografi Untuk Pengamanan Data Sensitif Pada Aplikasi Rekam Medis
  • Oleh Charisma Putra J, Bambang Setiawan, Radityo Prasetianto Wibowo

    Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

    Sumber http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-17478-implementasi-kriptograsi-untuk-pengamanan-data-sensitif-pada-aplikasi-rekam-medis.pdf

     

    Resume

    Rekam medis (medical record) adalah data yang bersifat sangat pribadi dan menjadi salah satu informasi penting yang harus dimiliki oleh seorang pasien. Rekam medis berisi tentang catatan-catatan kesehatan pasien seperti identitas pasien, riwayat penyakit pasien, diagnose, dan tindakan dokter. Rekam medis dianggap sebagai data rahasia yang hanya boleh dibuka oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu cara untuk menyimpan dan menjaga kerahasiaan data rekam medis adalah dengan menggunakan metode kriptografi. Dengan kriptografi, data-data sensitif yang ada pada rekam medis dapat diamankan.

    Pada jurnal ini peneleti menguji penerapan kriptografi untuk menjaga kerahasiaan dan tidak mempengaruhi kecepatan akses aplikasi. Peneliti melakukan pengintegrasian dengan aplikasi lain, teknologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Enterprise Service Bus (ESB). Dengan ESB, suatu aplikasi dapat diintegrasikan satu sama lain meskipun dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda.

    Hasil penelitian ini adalah penerapan kriptografi pada aplikasi rekam medis tidak banyak mempengaruhi performa aplikasi berdasarkan selisih waktu proses antara aplikasi sebelum dan sesudah menerapkan kriptografi.

     

  • Keamanan Pertukaran Kunci Kriptografi dengan Algoritma Hybrid : Diffie-Hellman dan RSA
  • Oleh Ana Wahyuni

    Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI

    Sumber http://www.unaki.ac.id/ejournal/index.php/jurnal-informatika/article/view/58

     

    Resume

    Pada jurnal ini peneliti membahasa pertukaran kunci  kriptografi menggunakan kombinasi dua algoritma yaitu Diffie-Hellman dan RSA. Ide mengkombinasikan suatu algoritma kriptografi kunci publik ke dalam algoritma pertukaran kunci Diffie-Hellman yang digunakan untuk algoritma kunci simetri sangat menarik. Hal tersebut secara teori tentunya akan membuat cara pemecahannya menjadi lebih kompleks, sehingga penggunaan kriptografi kunci simetri bisa lebih leluasa dilakukan.

    Algoritma hibrid : RSA dan Deffie-Helman bermanfaat dalam menjaga keamanan kunci yang digunakan pada penyandian pesan kriptografi simetris. Hasil dari algoritma ini adalah keamanan berlipat pada kunci pesan.

     

  • Kriptografi Klasik dengan Metode Modifikasi AFFINE CIPHER yang Diperkuat dengan VIGENERE CIPHER
  • Oleh Juliadi, Bayu Prihandono, Nilamsari Kusumastuti

    FMIPA UNTAN, Pontianak

    http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jbmstr/article/view/3025

     

    Resume

    Penelitian ini mempelajari langkah pada modifikasi Affine cipher yang diperkuat dengan Vigenere cipher untuk meningkatkan keamanan pesan atau informasi dan mengetahui syarat yang harus dimiliki oleh penerima pesan (receiver) yang akan melakukan dekripsi. Pada umumnya Affine cipher dan Vigenere cipher menggunakan aturan konversi berupa alfabet arab yang berjumlah 26, sedangkan pada modifikasi Affine cipher yang diperkuat dengan Vigenere cipher, penulis menambahkan beberapa karakter-karakter yaitu karakter angka dari 0 sampai 9 dan empat buah karakter lain ( _ . , ‘), sehingga ukuran konversi (m) menjadi 40.

    Hasil dari peneletian ini adalah perhitungan pada modifikasi Affine cipher yang diperkuat dengan Vigenere cipher menghasilkan cipherteks yang memiliki karakter yang berbeda dengan plainteks, akibatnya cipherteks tidak mudah didekripsi oleh kriptanalisis, karena melalui dua kali proses penyandian yang cipherteksnya mempunyai karakteristik dari cipher alfabet majemuk .

     

  • Penerapan Teknik Kriptografi STREAM-CIPHER untuk Pengamanan Basis Data
  • Oleh Novi Dian Natashia, Anang Eko Wicaksono

    Sistem Informasi FTIK Universitas Nasional Jakarta Selatan, Teknik Informatika STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang

    Sumber http://journal.unas.ac.id/index.php/basis-data/article/download/13/7

     

    Resume

    Data dan informasi merupakan aset bisnis yang sangat penting. Maka dari itu diperlukan suatu keamanan data dan informasi agar aset tersebut diakses oleh pihak pihak yang bersangkutan.  Peneliti melakukan implementasi keamanan basisdata kedalam suatu system informasi. Pada jurnal ini peneliti mengenkrip nilai (value) suatu kolom pada table database agar tidak mudah dibaca oleh pihak yang tidak bersangkutan.